Minggu, 07 Maret 2021

BASIS DATA

 Konsep Basis Data

v  Basis Data

Sistem manajemen basis data (DBMS) adalah kumpulan data yang saling terkait dan satu set program untuk mengakses data tersebut

Database adalah kumpulan data yang berisi informasi yang relevan dengan suatu perusahaan

DBMS menyediakan cara untuk menyimpan dan mengambil informasi database yang keduanya

nyaman dan efisien

v  Aplikasi Sistem Basis Data

·         Informasi Perusahaan

o    Penjualan: Untuk informasi pelanggan, produk, dan pembelian.

o    Akuntansi: Untuk pembayaran, penerimaan, saldo akun, aset, dan lainnya informasi akuntan.

o    Sumber daya manusia: Untuk informasi tentang karyawan, gaji, pajak gaji, dan tunjangan, dan untuk menghasilkan gaji.

o    Manufaktur: Untuk manajemen rantai pasokan dan untuk melacak produksi barang di pabrik, persediaan barang di gudang dan toko, dan pesanan barang.

o    Perbankan: Untuk informasi pelanggan, rekening, pinjaman, dan transaksi perbankan.

o    Transaksi kartu kredit: Untuk pembelian dengan kartu kredit dan pembuatan laporan bulanan.

o    Keuangan: Untuk menyimpan informasi tentang kepemilikan, penjualan, dan pembelian instrumen keuangan seperti saham dan obligasi; juga untuk menyimpan waktu nyata data pasar untuk memungkinkan perdagangan online oleh pelanggan dan perdagangan otomatis oleh perusahaan.


v  Sistem Basis Data vs Sistem Pemrosesan File

·         Redundansi & inkonsistensi data

Programmer yang berbeda membuat file dan program aplikasi dalam jangka waktu yang lama, berbagai file cenderung memiliki struktur yang berbeda dan program dapat ditulis dalam beberapa bahasa pemrograman. Selain itu, informasi yang sama dapat digandakan di beberapa tempat (file)

·         Kesulitan dalam mengakses data

Lingkungan pemrosesan file konvensional tidak mengizinkan data yang diperlukan diambil dari cara yang nyaman dan efisien




·         Isolasi data

Data tersebar di berbagai file, dan file mungkin dalam format yang berbeda, sulit menulis program aplikasi baru untuk mengambil data yang sesuai

·         Masalah integritas

Nilai data yang disimpan dalam database harus memenuhi jenis batasan konsistensi tertentu Batasan dalam tipe data, referensi, dll.

·         Masalah atomisitas

Sistem komputer, seperti perangkat lainnya, dapat mengalami kegagalan. Dalam banyak aplikasi, sangat penting bahwa, jika terjadi kegagalan, data dipulihkan ke status konsisten yang ada sebelum kegagalan

·         Anomali akses-bersamaan

Demi kinerja sistem secara keseluruhan dan respons yang lebih cepat, banyak sistem memungkinkan banyak pengguna untuk memperbarui data secara bersamaan.

·         Masalah keamanan

Tidak setiap pengguna sistem database dapat mengakses semua data.

v  Abstraksi data

·         Tingkat Fisik

Tingkat abstraksi terendah menjelaskan bagaimana data sebenarnya disimpan. Tingkat fisik menggambarkan struktur data tingkat rendah yang kompleks secara mendetail

·         Tingkat Logis

Tingkat abstraksi berikutnya yang lebih tinggi menjelaskan data apa yang disimpan dalam database, dan hubungan apa yang ada di antara data tersebut

·         Lihat Level

Tingkat abstraksi tertinggi hanya menjelaskan sebagian dari keseluruhan database


v  Database Relasional

Menggunakan kumpulan tabel untuk merepresentasikan data dan hubungan di antara data tersebut.Setiap tabel memiliki beberapa kolom, dan setiap kolom memiliki nama yang unik, Tabel juga dikenal sebagai relasi Model berbasis rekaman dinamai demikian karena database terstruktur dalam beberapa tipe rekaman format tetap. Setiap tabel berisi record dari tipe tertentu. Setiap tipe rekaman mendefinisikan sejumlah tetap bidang, atau atribut. Kolom tabel sesuai dengan atribut tipe record. Model data relasional adalah model data yang paling banyak digunakan, dan sebagian besar sistem database saat ini didasarkan pada model relasional.


v  Struktur Database Relasional                                                              

·         Setiap tabel diberi nama unik

·         Setiap tabel memiliki kolom untuk merepresentasikan atribut datanya

·         Setiap tabel memiliki catatan data

·         Setiap record memiliki nilai untuk setiap kolom

·         Baris / record dalam tabel merepresentasikan hubungan antara sekumpulan nilai


v  Hubungan instruktur

·         ID                    : kunci utama

·         nama                : nama instruktur

·         dept_name       : Nama dept tersebut.

·         gaji                   : gaji instruktur

·         Relasi               : table

·         Tuple                : baris

·         Atribut              : kolom dari sebuah tabel


v  Orde Tuple

Urutan tidak relevan, Karena relasi adalah sekumpulan tupel dan juga bisa diurutkan berdasarkan query dan index


v Jenis Atribut

Himpunan nilai yang diperbolehkan untuk setiap atribut disebut domain atribut, nilai atribut (biasanya) diperlukan untuk menjadi atom; artinya, tak terpisahkan. Nilai khusus null adalah anggota setiap domain, nilai nol menyebabkan komplikasi dalam definisi banyak


v Operasi Skema Database

Skema database: desain logis dari database Misalnya, hubungan departemen, departemen (nama_departemen, gedung, anggaran) Contoh database: snapshot dari data dalam database pada saat tertentu. Misalnya, meja samping kanan


v Key (kunci)

Harus memiliki cara untuk menentukan bagaimana tupel dalam relasi tertentu dibedakan, dinyatakan dalam atribut mereka. nilai dari nilai atribut tupel harus sedemikian rupa sehingga mereka dapat mengidentifikasi tupel secara unik dan tidak ada dua tupel dalam suatu relasi yang diizinkan memiliki nilai yang persis sama untuk semua atribut


v Superkey

Superkey: sekumpulan satu atau lebih atribut yang, diambil secara kolektif, memungkinkan kita untuk mengidentifikasi secara unik tupel dalam relasi. Misalnya atribut ID dari relasi instruktur cukup untuk membedakan satu tupel instruktur dari yang lain. Jadi, ID adalah kunci super. Atribut nama instruktur, sebaliknya, bukanlah kunci super, karena beberapa instruktur mungkin memiliki nama yang sama


v Superkey

Secara formal, misalkan R menunjukkan himpunan atribut dalam skema relasi r. Jika kita mengatakan bahwa subset K dari R adalah superkey untuk r, kami membatasi pertimbangan ke contoh relasi r di mana tidak ada dua tupel berbeda yang memiliki nilai yang sama pada semua atribut di K Artinya, jika t1 dan t2 berada di r dan t1! = T2, maka t1.K! = T2.K. 



v Candidate Key (Kunci Kandidat)

    Superkey mungkin berisi atribut asing. Misalnya. kombinasi ID dan nama adalah kunci super untuk instruktur relasi. Jika K adalah kunci super, maka begitu juga superset dari K kunci kandidat: kunci super minimal

    Ada kemungkinan bahwa beberapa set atribut yang berbeda dapat berfungsi sebagai kunci kandidat, Misalkan kombinasi nama dan nama dept cukup untuk membedakan antara anggota relasi instruktur. Kemudian, {ID} dan {name, dept name} adalah kunci kandidat. Meskipun atribut ID dan name bersama-sama dapat membedakan tupel instruktur, kombinasinya, {ID, name}, tidak membentuk kunci kandidat karena ID atribut sendiri adalah kunci kandidat.

v Primary Key (Kunci utama)

Kunci kandidat yang dipilih oleh perancang database sebagai cara utama untuk mengidentifikasi tupel dalam suatu relasi, kunci (baik primer, kandidat, atau super) adalah properti seluruh relasi, bukan dari tupel individual. Dua tupel individu dalam relasi dilarang memiliki nilai yang sama pada atribut kunci pada waktu yang bersamaan. 

Penunjukan kunci merupakan kendala dalam perusahaan dunia nyata yang dimodelkan harus dipilih dengan hati-hati. Nama seseorang jelas tidak cukup, karena mungkin ada banyak orang dengan nama yang sama, di Amerika Serikat, atribut nomor jaminan sosial seseorang akan menjadi kunci kandidat. Karena penduduk non-AS biasanya tidak memiliki nomor jaminan sosial, perusahaan internasional harus membuat pengenal unik mereka sendiri, alternatifnya adalah dengan menggunakan beberapa kombinasi unik dari atribut lain sebagai kunci. Kunci utama harus dipilih sedemikian rupa sehingga nilai atributnya tidak pernah, atau sangat jarang, berubah. Misalnya, bidang alamat seseorang tidak boleh menjadi bagian dari kunci utama, karena kemungkinan akan berubah. Nomor jaminan sosial, sebaliknya, dijamin tidak akan pernah berubah. Pengidentifikasi unik yang dibuat oleh perusahaan umumnya tidak berubah, kecuali jika dua perusahaan bergabung. Dalam kasus seperti itu, pengenal yang sama mungkin telah dikeluarkan oleh kedua perusahaan, dan realokasi pengenal mungkin diperlukan untuk memastikan pengenal itu unik.

v Foreign Key (Kunci asing)

    Suatu relasi, katakanlah r1, dapat menyertakan di antara atributnya kunci primer dari relasi lain, katakanlah r2. Memanggil kunci asing dari r1, mereferensikan r2, Relasi r1 juga disebut relasi referensi dari dependensi kunci asing. r2 disebut relasi yang direferensikan dari kunci asing, Batasan integritas referensial. nilai yang muncul dalam atribut tertentu dari setiap tupel dalam relasi referensi juga muncul dalam atribut tertentu dari setidaknya satu tupel dalam relasi yang direferensikan.



v Bahasa Query Relasional

Bahasa query adalah bahasa di mana pengguna meminta informasi dari database, bahasa ini adalah bahasa dimana pengguna meminta informasi dari database. Bahasa-bahasa ini biasanya memiliki level yang lebih tinggi daripada bahasa pemrograman standar, bahasa query dapat dikategorikan sebagai prosedural atau nonprocedural.

Prosedural: pengguna menginstruksikan sistem untuk melakukan urutan operasi pada database untuk menghitung hasil yang diinginkan. Misalnya. Aljabar Relasional. 

Nonprocedural: pengguna mendeskripsikan informasi yang diinginkan tanpa memberikan prosedur khusus untuk memperoleh informasi tersebut. Misalnya kalkulus relasional tupel, kalkulus relasional domain


Rabu, 02 Desember 2020

Soal tentang IMK

 Interaksi Manusia dan Komputer

1. Jelaskan bagaimana antara hardware,software,dan brainware


- hardware merupakan perangkat keras atau dapat  diartikan sebagi bagian dari komputer


- software merupakan perangkat lunak yang mebjadi jembatan antara pengguna atau brainware dengan mesin


-sedangkan brainware adalah pengguna yaitu manusia yang memakai, menggunakan atau mengoperasikan komputer


2. Bagaimana manusia dapat berinteraksi dengan komputer?


interaksi manusia dan komputer sendiri adalah serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang diharapkan.


3. Jelaskan pengertian Luminans, Kontras, dan Kecerahan!


Luminans adalah banyaknya cahaya yang dipantulkan permukaan objek. Semakin besar luminans dari sebuah objek, rincian objek yang dapat dilihat oleh mata juga akan semakin bertambah. 


Kontras adalah hubungan antara cahaya yang dikeluarkan oleh suatu objek dan cahaya dari latar belakang objek tersebut. Untuk mendapatkan nilai kontras ini dengan melihat selisih antara luminans objek dengan latar belakangnya dibagi dengan luminans latar belakang. Sehingga obyek dapat mempunyai kontras negatif atau positif tergantung dari luminans obyek itu terhadap luminans latar belakangnya.


Kecerahan adalah tanggapan subyektif terhadap cahaya. Besarnya luminans suatu objek dapat berimplikasi pada kecerahan




4. Kombinasi warna terbaik untuk latar belakang berwarna : 


a. Biru


Garis dan teks (normal) : Putih (81%), Kuning (50%), Cyan (25%)


Garis dan teks (tebal) : Kuning (38%), Magenta (31%), Hitam (31%), Cyan (31%), Putih (25%)


b. Merah :


Garis dan teks (normal) : Kuning (75%), Putih (56%), Hitam (44%)


Garis dan teks (tebal) : Hitam (50%), Kuning (44%), Putih (44%), Cyan (31%)


c. Hijau :


Garis dan teks (normal) : Hitam (100%), Biru (56%), Merah (25%)


Garis dan teks (tebal) : Hitam (69%), Merah (63%), Biru (31%)


5.Jelaskan perbedaan pengolahan manusia secara sadar dan otomatis! (Berikan Contohnya)


•Pengolahan secara sadar : ketika rangsangan yang datang dibawa kebagian intelektual dan memerluka beberapa waktu untuk menghasilkan tanggapan.


•Pengolahan secara otomatis : Tindakan yang reflek yang hanya membutuhkan waktu yang sangat pendek. Contoh : menunjukan sikap proses kognitif otomatis adalah efek stroop


6.Sebutkan karakteristik umum yang dimiliki oleh setiap ragam dialog!


= 1. Konsistensi


   2. Umpan balik


   3. Observabilitas


   4. Kontrolabilitas


   5. Efisiensi


   6. Keseimbangan


7.Jelaskan perbedaan antara kecakapan manusia dan komputer!


1. Manusia dan komputer sama-sama bisa menyimpan memori (ingatan). Bedanya, otak manusia bisa menyimpan memori jauh lebih banyak dibandingkan komputer. Bedanya lagi, manusia punya lupa sedangkan komputer tidak


2. Dan komputer, sekalipun nantinya ada yang bisa menyimpan memori lebih banyak dari manusia, komputer tidak akan bisa sama dg manusia karena komputer tidak bisa menarik atau memunculkan kembali apa yg diingatnya tanpa perintah pihak luar. 




8.Jelaskan beberapa perintah tunggal dalam DOS atau UNIX!


Dalam sistem operasi DOS, terdapat dua jenis perintah, yakni:


Perintah internal (internal command), yakni perintah-perintah yang telah dimasukkan ke dalam COMMAND.COM (interpreter perintah DOS), sehingga dapat langsung dieksekusi oleh kernel DOS, di mana saja.


Perintah eksternal (external command), yakni perintah-perintah yang tidak dimasukkan ke dalam COMMAND.COM, dan membutuhkan sebuah berkas yang dapat dieksekusi (berupa program DOS) yang harus terdapat dalam direktori aktif.


9.Jelaskan pengertian dari dialog berbasis bahasa pemrograman!


Dialog berbasis bahasa pemrogramanmerupakan ragam dialog yang memungkinkan pengguna untuk mengemas sejumlah perintah kedalam suatu berkas yang sering disebut batch file


10. Jelaskan pengertian dari sistem menu!


Sistem menu merupakan pilihan yang tepat untuk menunjukkan kemampuan dan fasilitas yang dimiliki oleh sebuah program aplikasi kepada pengguna.




11.Jelaskan perbedaan sistem menu datar dan menu tarik?


SISTEM MENU DATAR


Kemampuan fasilitas yang dimiliki oleh suatu program aplikasi akan ditampilkan secara lengkap, dan biasanya menggunakan kalimat kalimat yang cukup panjang


SISTEM MENU TARIK


sistem menu yang pilihan-pilihannya dikelempokan menurut kategori tertentu atau menurut cara tertentu sehingga membentuk semacam hirarki pilihan.


12. Jelaskan pengertian teknik dialog pengisian borang?


Teknik dialog berbasis pengisian borang (form filling dialogue) merupakan suatu penerapan langsung dari aktifitas pengisian borang dalam kehidupan sehari – hari dimana pengguna akan dihadapkan pada suatu bentuk borang yang ada di layar komputer yang mereka gunakan.


13. Apa saja yang harus diperhatikan dalam perancangan tampilan berbasis borang?


•Proteksi tampilan.


•Batasan medan tampilan.


•Isi medan


•Medan opsional.


•Default.


•Bantuan


•Medan penghentian.


•Navigasi




14. Jelaskan pengertian dari sistem penjendelaan!


Adalah jenis antarmuka pengguna grafis yang mengimplementasikan pradigma WIMP (jendela,ikon,menu,pointer) untuk antarmuka pengguna.



15. Sebutkan keuntungan dan kerugian manipulasi langsung

= KEUNTUNGAN, mempunyai analogi yang jelas dengan suatu pekerjaan, mengurangi waktu pembelajaran, memberikan tantangan untuk eksplorasi pekerjaan yang nyata, penampilan visual yang bagus, mudah dioperasikan, tersedianya berbagai perangkat bantu untuk merancang ragam dialog manipulasi langsung

KERUGIAN, memerlukan program yang rumit dan berukuran besar, memerlukan tampilan grafis berkinerja tinggi, memerlukan peranti masukan seperti tertikus, track ball, memerlukan perancangan tampilan dengan kualifikasi tertentu

Senin, 30 November 2020

REVIEW JURNAL SKRIPSI

 

 

JURNAL SKRIPSI


 

Paper 1

Penulis : Sohidin, N. Hamidi, Sanbandi

Tahun   : 2018

Review : Muhammad Devan Haidar

 

KESUKSESAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SYARIAH PADA BAITUL MAAL WA TAMWIL (BMT) DI KABUPATEN KLATEN

 

A.    Latar Belakang

BMT Ta’awun dan BMT Barepan memiliki karakteristik usaha yang sama. Badan usaha kedua BMT tersebut adalah koprasi atau dikenal dengan koprasi jasa keuangan syariah dan menjalankan usahanya melalui prinsip-prinsip syariah. Kedua BMT bertujuan mengembangkan ekonomi anggota dengan mobiliasasi dan megembangkan usaha lembaga sebagai lembaga perantara untuk menyalurkan keuangan ekonomi anggota dengan melakukan usaha sebagai perantara keuangan yang dari kelebihan dana atau aghniya, selain itu BMT juga menerima titipan dan zakat, infaq, dan sadaqoh kemudian dikelola sesuai dengan peraturan dan amanahnya.

B.    Studi Pustaka

BMT terdiri dari dua istilah yaitu baituk mal dan baitul tanwil. Dalam bahasa Indonesia berarti rumah uang dan rumah pembiyaan. Baitul mal aktivitasnya lebih pada usaha-usaha dan pengumpulan dan penyaluran dana non-provit sedangkan baitul tamwil adalah lembaga keuangan yang kegiatanya menghimpun dana masyarakat dalam bentuk tabungan (simpanan) dan deposito yang kemudian menyalurkan kembali dalam masyarakat dalam bentuk kredit atau pembiyaan berdasarkan prinsip syariah.

 

C.    Metode Penelitian

Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan yang bersifat partisipasi, dimana BMT turun serta dalam setiap kegiatan.  Langkah pertama yang di tempuh adalah mengambil informasi mengenai permasalaha-permasalahan yang belakangan ini dihadapi oleh BMT mitra yang berkaitan dengan pengelolaan kauangan. Langkah kedua adalah pelatihan system informasi akuntansi untuk operasional pengelolaan asset (dana) yang ada di BMt mitra. Langkah ketiga adalah mengevaluasi seluruh kegiatan pelatihan dengan menggunakan kuesioner, yaitu disusun dengan mengunakan dasar Information System Model , bahwa model ini dapat memahami dan mengukur dimensi keberhasilan implementasi system informasi.

 

D.    Hasil Kegiatan

1.     Tahap Pelatihan

Kegiatan pelatihan dilakukan di BMT mitra pengabdi, di hadiri oleh 24 peserta yang terdiri dari pemimpin, manajer, dan para staf BMT mitra. Terdapat tiga tahapan pelatihan yaitu sebagai berikut. Pertama, pelatiha  input data nasabah baru dalam system dan menghapus data nasabah. Kedua, pelatihan penggunaan system untuk pelayanan kepada nasabah. Pelatihan ini di tujuakan untuk pengguna system sebagai pelayanan simpan pinjam nasabah. Ketiga, peltihan untuk membuat output laporan system, dilakukan dengan cara memastikan terlebih dahulu bahwa tidak ada tarnsaksi saat akan print out.

2.     Hasil Evaluasi Kegiatan

Dimana hasil menunjukan terdapat 54% peserta sangat setuju menganggap bahwa SIA yang di latihkan mudah untuk digunakan, sedangkan 29% menganggap setuju dengan hal tersebut, sebesar 17% peserta menganggap cukup setuju, hal ini di karenakan mereka membutuhkan penyesuaian terhadap prosedur komputerisasi dari sebelumnya yang masih prosedur konvensional.

 

E.    Kesimpulan

Hasil evaluasi menunjukan bahwa implementasi system informasi akuntansi (SIA) merupakan salah satu solusi  yang tepat untuk meningkatkan kinerja BMT. Kegiatan pelatihan dan implementasi ini memberikan gambaran bahwa pengguna evaluasi aspek kualitas informasi dan kualitas SIA yang di latihkan telah mampu mengukur respon peserta setelah mereka mengikuti serangkaian pelatihan SIA.

 

DAFTAR PUSTAKA

 Sohidin,dkk. 2018. Kesuksesan Implementasi Sistem Informasi Akuntansi Syariah pada Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) di Kabupaten Klaten. 19(4), 9-30.

 

Paper 2

Penulis : Harry Dhika

Tahun   : 2016

Review : Muhammad Devan Haidar

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI JASA PENGIRIMAN BARANG BERBASIS WEB

 

 

A.      Pendahuluan

                 Saat ini perkembangan teknologi sudah mengarah kepada hal yang jauh lebih global seperti penggunaan web pada sebuah perusahaan. Perusahaan transportasi merupakan salah satu diantaranya, melakukan pengiriman barang dari perkotaan hingga pedesaan, dari sabang hingga merauke. Perusahaan tersebut tentunya membutuhkan sistem informasi manajemen baik dalam pengelolaan data, informasi atau profil perusahaan, hingga menampilkan biaya dan melakukan pemesanan jasa pengiriman barang yang keseluruhan aktifitasnya dapat dilakukan menggunakan halaman web. Oleh karena itu kebutuhan akan web profil atau manajemen saat ini sangatlah mendesak untuk kemajuan perusahaan. Untuk itu perlu dilakukan perancangan sistem informasi jasa pengiriman barang yang hanya dilakukan menggunakan atau berbasis web. Sehingga dapat mengakomodir kebutuhan akan permintaan jasa pengiriman barang yang semakin meningkat setiap waktunya.

 

B.      Studi Pustaka

                 Studi kepustakaan bertujuan untuk mempelajari dan memahami dasar teori yang berhubungan dengan analisa kebutuhan yang telah dilakukan. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari dan mendapatkan data secara teoritis melalui literatur-literatur, jurnal penelitian, bahan kuliah, dan sumber lainnya dari internet yang berhubungan dengan materi kajian penerimaan sistem informasi/teknologi informasi, khususnya terkait transportasi jasa pengiriman barang dan perancangan sistem informasi berbasis web

 

C.      Perancangan

1.       Rancangan Masukan Barang

2.       Rancangan Keluaran Barang

3.       Rancangan Antar Muka

4.       Rancangan Tampilan Program

 

D.      Kesimpulan

Berdasarkan deskripsi data penelitian dan setelah dikalukan analisis serta pengujian maka dapat disimpulkan secara garis besar adanya perancangan sistem informasi jasa pengiriman barang berbasis web sangat membantu. Dapat melakukan login, atau memonitoring keberaan barang pada saat pengiriman berlangsung. Tercapainya tujuan utama dalam penelitian ini yakni: a. Merancang dan membuat sebuah sistem informasi jasa pengiriman barang. b. Memberikan pengenalan, pemahaman tentang pembuatan aplikasi jasa pengiriman barang.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Febrian, Jack. 2004. Kamus Komputer dan Istilah Teknologi Informasi. Penerbit Informatika Bandung. Bandung.

[2] Hermawan, ferry, dkk. 2010. Jurnal: Pengembangan Angkutan Uumum didaerah Suburban Kota Semarang Berbasis Sistem Informasi Geografis. Bandung: Aptikom.

 

Paper 3

Penulis : Nur’Ainun, Hartono , Jimmy

Tahun   : 2016

Review : Muhammad Devan Haidar

PERANCANGAN APLIKASI MOBILE REPOSITORY SKRIPSI (SKRIPSI ALUMNI MAHASISWA) STMIK IBBI MEDAN BERBASIS ANDORID

A.      Pendahuluan

 

 Pada saat ini teknologi informasi berbasis Android Mobile telah berkembang dengan pesat dan telah digunakan secara luas mulai dari Online Shop Mobile, Mobile E-Learning, Portal Perguruan Tinggi Mobile, Profil Perusahaan Mobile, dan lain-lain. Semakin berkembangnya zaman, semakin cepat juga teknologi tersebut dan semakin mudah untuk diakses atau dipergunakan oleh pengguna.

Di kampus STMIK IBBI Medan, pada saat ini hanya menerapkan sistem peminjaman skripsi secara manual, yaitu masih meminjam skripsi ke perpustakaan dan masih ada biaya keterlambatan pengembalian buku. Saat ini sistem manual sudah tidak efektif lagi. Dengan adanya sistem repository ini, sebuah tempat penyimpanan data yang masih manual berkembang menjadi digital yang berkaitan dengan perpustakaan dan terjadi perkembangan sistem informasi yang sangat pesat. Dengan adanya sistem ini, mahasiswa STMIK IBBI Medan akan lebih mudah mengakses dan mencari referensi dari skripsi alumni yang sangat praktis, dan dapat di akses dimana saja dan kapan saja secara online.

 

B.    Metodologi Penelitian

Metode penelitian pada skripsi ini adalah metode penelitian dan pengembangan. Metode Penelitian dan Pengembangan adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk tertentu serta menguji efektifitas produk tersebut. Adapun metode perancangan yang dilakukan saat perancangan sistem ini adalah dengan melakukan pengumpulan data-data, bahan-bahan dan informasi untuk perancangan sistem repository skripsi. Kemudian lanjut ke tahap merancang dan mendesain tampilan-tampilan tiap menu yang akan ditampilkan dalam aplikasi ini dan perancangan dilakukan dengan menggunakan PHP dan MySQL.

C.    Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil analisa pada STMIK IBBI Medan, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.     Dari hasil kuisioner menunjukkan bahwa banyaknya dukungan yang setuju dan sangat setuju pada perancangan sisitem ini mencapai 92% . Sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa sistem ini cukup memadai untuk membantu mahasiswa mencari referensi skripsi.

2.     Perancangan aplikasi mobile repository skripsi berbasis android ini mempermudah mahasiswa mencari dan melihat skripsi alumni tanpa ada batasan waktu peminjaman skripsi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Hasugian, J. (2012). Internal Repository pada Perguruan Tinggi. www.repository.usu.ac.id , 1-14.

 

Paper 4

Penulis : Nur’Ainun, Hartono , Jimmy

Tahun   : 2016

Review : Muhammad Devan Haidar

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN LAHAN PERTANIAN DAN KOMODITI HASIL PANEN KABUPATEN KUDUS

 

A.    LATAR BELAKANG

Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Pengertian informasi geografis adalah informasi mengenai tempat atau lokasi, dimana suatu objek terletak di permukaan bumi dan informasi mengenai objek dimana lokasi geografis itu berada untuk dianalisa dalam pengambilan keputusan. Kebanyakan untuk mengolah data yang berupa data GIS masih banyak yang menggunakan aplikasi desktop atau hanya bisa dijalankan di satu komputer padahal dengan semakin majunya perkambangan menuntut manusia untuk mengasilkan informasi yang lebih mudah yaitu dengan cara mengembangkan GIS secara online (melalui media internet) dan bisa di akses darimana saja.

B.      BATASAN MASALAH

Untuk memfokuskan permasalahan agar tidak meluas, maka penulis membatasi permasalahan sebagai berikut:

1. Aplikasi akan dibangun dengan menggunakan GIS berbasis web dengan Map API V3.

2. Ruang lingkup aplikasi ini sesuai denngan rumusan diatas maka perlu dikelompokan sebagai berikut:

A. Pendataan dan Pemetaan Lahan Pertanian

B. Pendataan Pemilik Lahan dan Pendataan kelompok tani

C. Proses Penanaman : - Pendataan Tanaman - Tahap Penanaman - Waktu musin tanam -         Kebutuhan Biaya

D. Pengajuan proposal oleh kelompok tani ke pemerintah daerah

E. Distribusi bantuan dari pemerintah ke kelompok tani

F. Pendataan komoditi dan distribusi hasil panen

3. Data sempel pendataan hanya mencakup daerah Kabupaten Kudus Kecamatan Undaan Desa Ngemplak.

 

C.      TUJUAN PENULISAN

Tujuan dari dilulisnya penelitian ini adalah Merancang dan membangun Sistem Informasi Geografis Pemetaan Lahan Pertanian dan Komoditas Hasil Panen yang selama ini dalam proses pendataannya masih manual diganti dengan sebuah sistem yang mempermudah dan efisien untuk pendataan lahan pertanian dan komoditas hasil Pertanian.

D.      KESIMPULAN & SARAN

1.       Kesimpulan

Dari hasil analisa dan perancangan, serta implementasi dan pembahasan pada bab sebelumnya dalam skripsi ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

·       Menghasilkan sistem informasi geografis pemetaan secara online di Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kaupaten Kudus dengan MAP API V3.

·       Dalam aplikasi memuat data pertanian berupa peta lahan pertanian, data komoditi hasil panen, data kelompok tani, data anggota kelompok tani, data tanaman, data penyuluhan, data bantuan, data jenis lahan

·       Pendataan mencakup Desa Ngemplak Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus

 

2.       Saran

Meskipun rancang bangun Sistem Informasi Geografis Pemetaan Lahan Pertanian dan Komoditi Hasil Panen Kabupaten Kudus telah berhasil dilaksanakan, sistem ini masih dapat berkembang lagi untuk menjadi sistem yang lebih baik dan kompleks

              Saran yang dapat penulis sampaikan adalah sebagai berikut :

·       Dalam penelitian ini, aplikasi dibangun dengan mengunakan website bisa dikembangkan dan dibuat versi android agar lebih mudah diakses dan lebih mudah dijalankan.

·       Dalam aplikasi menggunakan MAP APLI V3, MAP API bisa di upgrade pada versi yang lebih baik dan besar

 

DAFTAR PUSTAKA

 

1.       Yousman, Yeyep. 2004. Sistem Informasi Geografis dengan MapInfo Profesional. Andi Yogyakarta. ISBN/ISSN, 979-731-417-0

2.       Gunawan, Budi. 2011. “Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis untuk Analisa Potensi Sumber Daya Lahan Pertanian di Kabupaten Kudus”. Jurnal Sains dan Teknologi Volume 4, Nomer 2, hal. 122-132.

3.       Narulita, Ida, Arif Rahmat, dan Rizka Maria. 2008. “Aplikasi Sistem Informasi Geografis untuk Menentukan Daerah Prioritas Rehabilitasi di Cekungan Bandung”. Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan Jilid.18, Nomer.1, Hal 23-35.

 

Paper 5

Penulis : Sudarmin Manik , Nova Syafrina

Tahun   : 2016

Review : Muhammad Devan Haidar

 

PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP KINERJA DOSEN SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI RIAU

 

A.      PENDAHULUAN

Dewasa ini kemajuan bangsa tergantung kepada sumber daya manusia yang ada. Semakin maju suatu negara memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam era globalisasi sekarang ini, masyarakat Indonesia dituntut agar memiliki kualitas intelektual yang mampu bersaing dengan bangsa asing.

Dosen yang berkualitas adalah dosen yang memiliki kompetensi dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Adapun kompetensi yang harus dimiliki seorang dosen dalam melaksanakan tugasnya adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial.

 

B.      TINJAUAN PUSTAKA

Dessler dalam Sutrisno (2016) manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan suatu kebijakan dan praktik yang diperlukan seseorang yang menjalankan aspek orang atau sumber daya manusia dari posisi seseorang manajemen, mulai dari perekrutan sampai dengan penilaian Manajemen Sumber Daya Manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan anggota organisasi agar efektif dan efisien agar terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat (Melayu Hasibuan, 2016)

 

C.      METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau Jalan HR. Subrantas No. 57 Panam Pekanbaru. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan cara pengumpulan data melalui kuisioner berupa daftar pertanyaan yang disebarkan kepada seluruh Dosen Tetap Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau. Untuk mengetahui pengaruh kompetensi terhadap kinerja dosen, digunakan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan presepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomenal sosial. Dengan skala likert, maka variabel yang diukur dan dijabarkan menjadi indikator variabel. Populasi dalam penelitian ini dilakukan kepada seluruh dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau yang berjumlah 54 orang. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik Sampling Jenuh. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah 54 orang dosen. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kuantitatif dengan persamaan regresi linier sederhana.

 

D.      KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Dari hasil output SPSS diatas nilai R=0,736, hal ini berarti secara simultan insentif dan kepuasan kerja memiliki hubungan yang sangat erat terhadap kinerja karyawan. Sedangkan nilai R square 0,541, hal ini berarti kompetensi memberikan sumbangan pengaruh terhadap kinerja sebesar 54,1%. Sedangkan dari hasil Uji t atau uji hipotesis bahwa kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau. Diharapkan kepada dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau dapat meningkatkan kinerjanya melalui keahlian masing-masing dengan cara meningkatkan jabatan fungsional dan sertifikasi dosen.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

1.       Arikunto, Suharsimi, 2010. Prosedur Penelitian, Edisi Revisi, Rineka Cipta, Jakarta.

2.       Djohar. (2006). Guru, Pendidikan dan Pembinaannya (Penerapannya dalam Pendidikan dan UndangUndang Guru dan Dosen). Yogyakarta : Sinar Grafika

3.       Fahmi, Irham. 2014. Perilaku Organisasi. Alfabeta. Bandung

 

 

Paper Yang Saya Sukai Dengan Judul

PAPER 5

Judul           : PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP KINERJA DOSEN SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI RIAU

Tahun         : 2016

Penulis       : Sudarmin Manik , Nova Syafrina

ALASAN     : Karena menurut saya dengan meningkatnya sumber daya manusia (pengajar/dosen) yang berkualitas sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pola pikir generasi muda.