Selasa, 29 Maret 2022

Pengertian BIOS Beserta Fungsi dan Cara Kerja BIOS pada Komputer / Laptop

Pengertian BIOS

Basic Input/ Output System atau yang sering disebut dengan BIOS adalah suatu program yang ditulis dalam bahasa assembly yang bertugas mengatur fungsi dari perangkat keras/ hardware yang terdapat pada komputer. Berbeda dengan sistem operasi yang berada pada harddisk, BIOS umumnya terletak pada chip memori flash atau ROM yang terbuat dari bahan Complementary Metal-Oxide Semiconductor atau yang biasa disebut dengan CMOS.


Biasanya orang-orang menyebut baterai yang menempel pada motherboard dengan sebutan baterai CMOS. Baterai inilah yang berfungsi menjaga tanggal dan pengaturan lainnya yang telah disetting oleh pengguna agar tidak hilang meskipun komputer dimatikan.


BIOS memiliki beberapa tugas penting seperti memuat sistem operasi atau yang biasa disebut dengan istilah booting. BIOS juga bertugas menyediakan intruksi pada mikroprosessor untuk menyalakan komputer. Salah satu intruksi yang diperintahkan oleh BIOS pada mikroprosesor adalah Power On Self Test (POST) yang berfungsi untuk menguji status pengoperasian semua hardware pada komputer.


Intruksi lain yang diberikan kepada mikroprosesor adalah melakukan aktivasi chip BIOS yang terdapat pada beberapa komponen lain pada komputer seperti SCSI dan kartu grafis, memeriksa dan mengelola peripheral komputer melalui rutinitas tingkat rendah selama proses startup berlangsung. Selain itu, hal lain yang dilakukan oleh mikroprosesor adalah manajemen clock, hard disk dan pengaturan lainnya.


Fungsi BIOS pada Komputer

Setelah kita membahas mengenai pengertian BIOS, sekarang kita beralih ke fungsi BIOS. Salah satu tugas utama yang dilakukan oleh BIOS adalah mengatur tahap awal proses startup sekaligus memastikan bahwa sistem operasi benar-benar telah dimuat ke dalam memory. Selain itu, BIOS berfungsi melakukan hal-hal berikut ini :


1. Menjalankan Perintah Power On Self Test (POST)

Salah satu yang harus kita lakukan sebelum menginstall sistem operasi pada komputer adalah dengan melakukan pengecekan beberapa perangkat yang ada pada komputer. Selain itu, BIOS juga dapat memberikan informasi mengenai spesifikasi perangkat keras yang terdapat pada motherboard.


2. Mengatur Konfigurasi Dasar pada Komputer

Umumnya, BIOS mengatur konfigurasi terhadap perangkat lain berdasarkan fungsinya masing-masing. Pengaturan konfigurasi ini biasanya dimanfaatkan oleh beberapa orang terutama gamer untuk meningkatkan kinerja/ performa suatu komputer atau yang sering disebut dengan overclocking.


3. Memberikan Informasi Dasar pada Komputer

Selain menjalankan perintah POST dan mengatur konfigurasi dasar pada komputer, BIOS juga bertugas memberikan informasi dasar mengenai bagaimana interaksi tiap-tiap perangkat penting yang terdapat pada komputer seperti drive dan memory yang nantinya bertugas memuat sistem operasi.

pengertian dan fungsi BIOS


Setelah kita membahas mengenai pengertian BIOS, sekarang kita beralih ke fungsi BIOS. Salah satu tugas utama yang dilakukan oleh BIOS adalah mengatur tahap awal proses startup sekaligus memastikan bahwa sistem operasi benar-benar telah dimuat ke dalam memory. Selain itu, BIOS berfungsi melakukan hal-hal berikut ini :


1. Menjalankan Perintah Power On Self Test (POST)

Salah satu yang harus kita lakukan sebelum menginstall sistem operasi pada komputer adalah dengan melakukan pengecekan beberapa perangkat yang ada pada komputer. Selain itu, BIOS juga dapat memberikan informasi mengenai spesifikasi perangkat keras yang terdapat pada motherboard.


2. Mengatur Konfigurasi Dasar pada Komputer

Umumnya, BIOS mengatur konfigurasi terhadap perangkat lain berdasarkan fungsinya masing-masing. Pengaturan konfigurasi ini biasanya dimanfaatkan oleh beberapa orang terutama gamer untuk meningkatkan kinerja/ performa suatu komputer atau yang sering disebut dengan overclocking.


3. Memberikan Informasi Dasar pada Komputer

Selain menjalankan perintah POST dan mengatur konfigurasi dasar pada komputer, BIOS juga bertugas memberikan informasi dasar mengenai bagaimana interaksi tiap-tiap perangkat penting yang terdapat pada komputer seperti drive dan memory yang nantinya bertugas memuat sistem operasi.

Komponen-Komponen pada BIOS

Komponen-Komponen pada BIOS

Agar BIOS dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Maka dibutuhkan beberapa komponen pendukung antara lain :

1. Program BIOS Setup

Program ini berfungsi untuk mengubah konfigurasi komputer seperti tipe hard disk, disk drive, manajemen daya, kinerja komputer, dan lain-lain sesuai keinginan user.

Umumnya BIOS menyembunyikan detail-detail perangkat yang bisa dibilang cukup rumit, jadi perlu sedikit keahlian jika kita ingin mengetahui lebih dalam mengenai detail-detail perangkat tersebut.

2. Driver

Fungsi dari driver ini ditujukan untuk perangkat-perangkat keras komputer seperti VGA, input device, processor dan beberapa perangkat lainnya untuk sistem operasi dasar 16 bit yang merupakan keluarga dari DOS.

3. Program Bootstraper Utama

Program inilah yang berperan dalam proses booting ke dalam sistem operasi yang telah kita install sebelumnya.

Cara Kerja BIOS

Awalnya BIOS melakukan proses inisialisasi dimana dalam proses tersebut pengguna bisa melihat spesifikasi komputer seperti jumlah memory, jenis dan kapasitas harddisk, informasi mengenai kartu VGA dan lain-lain. Selain itu, BIOS juga melakukan pengecekan terhadap device ROM lainnya, seperti harddisk dan melakukan pengetesan terhadap RAM.

Setelah semua pengetesan dan pengecekan terhadap perangkat selesai, langkah selanjutnya yang harus dilakukan BIOS adalah mencari lokasi booting untuk memasuki sistem operasi yang telah terinstall.

Macam-Macam BIOS

Pengertian BIOS dan Fungsi BIOS

Tampilan ASUS BIOS

Produsen BIOS yang sering kita jumpai adalah American Megatrends Inc. (AMI). Sebenarnya terdapat banyak produsen BIOS yang belum kita ketahui. Berikut daftar lengkap mengenai macam-macam BIOS :

  • Abit
  • Acer
  • ALI (Acer Laboratories)
  • AME Group
  • American Megatrends
  • Amptron
  • Amstrad
  • Antec
  • Aopen
  • ASUS
  • Award
  • Bare-Bone
  • Biostar
  • Commate
  • Compaq Computer
  • Computer Technology
  • Computex
  • Data Expert (Expert Media)
  • Dell Computer
  • Diamond Multimedia
  • Digital Equipment Corporation (DEC)
  • Elitegroup Computer Systems
  • Famous Technology
  • FIC
  • Flexus
  • Fujitsu
  • Gateway
  • Gemlight
  • IBM
  • Intel
  • Jamicon
  • Jetway
  • J-Mark
  • Koutech
  • Matsonic
  • Micron
  • Mylex
  • NEC
  • NCR
  • Packard Bell
  • PC Partner
  • Phoenix
  • Pine Group

BIOS atau Basic Input Output System merupakan program yang berisi kumpulan informasi dan konfigurasi mengenai perangkat yang terdapat pada sebuah komputer. BIOS berfungsi mengatur proses booting pada saat komputer dinyalakan.

Selain itu, perangkat keras yang terdapat pada komputer juga bisa disetting melalui BIOS agar dapat bekerja semaksimal mungkin. Semoga artikel tentang pengertian BIOS diatas bermanfaat dan mudah dipahami.

Minggu, 04 April 2021

 

DATABASE RELATIONAL


Relational Database

Relational Database adalah suatu model database yang disajikan dalam bentuk tabel.

Model ini pertama kali diperkenalkan oleh E.F.Codd pada bulan Juni 1970 dalam sebuah paper berjudul : "A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks"

 

Tujuan Relational Database :

  • Untuk menekankan kemandirian data
  • Menghilangkan inkonsistensi dan redudansi data menggunakan konsep normalisasi
  • Meningkatkan kemampuan akses data
Contoh :



 

Model Data Relasional mengandung 3 komponen inti :

Integritas data adalah menjamin konsistensi data terhadap semua konstrain yang diberlakukan terhadap data tersebut, sehingga memberikan jaminan keabsahan data itu sendiri

 

  • Struktur data

(data diorganisasi dalam bentuk tabel)

Contoh :



  • Manipulasi data

(menggunakan SQL)

  • Integritas data

(Menjamin konsistensi data)

 

Struktur Data

Struktur berbentuk tabel data dua dimensi

Contoh

Struktur yang baik adalah relasi yang mengandung redundansi minimal dan mengijinkan pengguna untuk menyisipkan, memodifikasi serta menghapus baris-baris tanpa menimbulkan kesalahan.

 

Batasan Integritas Data

Domain Atribut

  • Setiap nilai yang disimpan dalam kolom sebuah relasi harus memiliki jangkauan nilai yang samaAturan Integritas
Aturan Integritas
  • Aturan yang menjamin setiap atribut primary key bernilai valid (unik dan bukan null)
Referensial Integrity 

  • Referensial Integrity Garis yang menghubungkan antara satu tabel dengan tabel lain
Contoh Domain atribut & Aturan Integritas

Contoh Integritas Refensial




 

 

 

Life Cycle Database

 

Daur Hidup (Life Cycle) yang Umum dari Aplikasi Basis Data

  • Systems Definition
  • Database Design
  • Implementation
  • Loading/Data Convertion
  • Konversi Aplikasi
  • Testing & Validasi
  • Operations
  • Control & Maintenance

 

Implementasi

  • membuat basis data
  • membuat program aplikasi

 

Loading/ Konversi Data

memasukkan data ke dalam basis data

mengkonversi file yang sudah ada ke dalam format basis data dan kemudian memasukkannya dalam basis data

 

Konversi Aplikasi

Semua aplikasi dari sistem sebelumnya dikonversikan ke dalam sistem basis data.

 

Testing dan Validasi

Sistem yang baru harus ditest dan divalidasi (diperiksa keabsahannya).

 

 

 

Proses Design Basis Data (cont’d)

 

“ Keenam phase dalam proses design tidak perlu dilaksanakan secara mutlak, mungkin ada umpan balik antar phase dan dalam masing-masing phase

 

Proses design terdiri dari dua proses yang paralel yaitu:

  • proses design dari data dan struktur dari basis data (data driven)
  • proses design dari program aplikasi dan pemrosesan basis data (process driven)

 

Mengapa Harus Paralel

Karena kedua proses tersebut saling bergantungan.

 

Contoh:

Menentukan data item yang akan disimpan dalam basis data tergantung dari aplikasi basis data tersebut, juga dalam menentukan struktur dan akses path.

 

Design dari program aplikasi tergantung dari struktur basis datanya.

Biasanya condong ke salah satu

 

Phase 1: Pengumpulan Data &  Analisa Requirement

Pengidentifikasian group pemakai dan area aplikasi

Penelitian kembali dokumen-dokumen yang sudah ada yang berhubungan dengan aplikasi Ã  form, report, manual, organization chart, dsb

Analisa lingkungan operasi dan kebutuhan dari pemrosesan, seperti tipe transaksi, input/output, frekuensi suatu transaksi, dsb

Transfer informasi informal ke dalam bentuk terstruktur menggunakan salah satu bentuk formal dari requirement specification (bentuk diagram) seperti Flow Chart, DFD, UML Diagram, dll. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan kekonsistenan, ketepatan, dan kelengkapan dari spesifikasi.

 

Phase 2: Design Conceptual

 

Phase 2A: Design Conceptual Schema

  • High level data model, bukan implementation-level data model
  • Memberikan gambaran yang lengkap dari struktur basis data yaitu arti, hubungan, dan batasan-batasa
  • Conceptual schema bersifat tetap

  • Alat komunikasi antar pemakai basis data, designer, dan analis

 

Phase 3: Pemilihan DBMS

 

Pemilihan DBMS ditentukan oleh sejumlah faktor antara lain:

 

  1. faktor teknisstorage, akses path, user interface, programmer, bahasa query, data models
  2. faktor ekonomi: software, hardware, maintenance, training, operasi, konversi, teknisi, dll
  3. faktor organisasi: kompleksitas, data, sharing antar aplikasi, perkembangan data, pengontrolan data

 

Phase 4: Mapping dari Data Model

 

  • Memetakan conceptual model ke dalam DBMS
  • Menyesuaikan schema dengan DBMS pilihan
  • Hasil pemetaan biasanya berupa DDL

 

Phase 5: Physical Design

Struktur storage, akses path untuk mendapatkan performance yang baikKriteria baik dapat dilihat dari:

response time

pemakaian storage

throughput (jumlah transaksi per unit waktu)Perlu tuning untuk memperbaiki performance berdasarkan statistik pemakaian

 

Phase 6: Implementasi Sistem Basis Data

  • DDL dan SDL dari DBMS dikompilasi membentuk schema basis data dan basis data yang masih kosong
  • Basis data dapat dimuati (di-load) dari sistem yang lama
  • Transaksi dapat diimplementasikan oleh program aplikasi dan dikompilasi Siap dioperasikan

Minggu, 07 Maret 2021

BASIS DATA

 Konsep Basis Data

v  Basis Data

Sistem manajemen basis data (DBMS) adalah kumpulan data yang saling terkait dan satu set program untuk mengakses data tersebut

Database adalah kumpulan data yang berisi informasi yang relevan dengan suatu perusahaan

DBMS menyediakan cara untuk menyimpan dan mengambil informasi database yang keduanya

nyaman dan efisien

v  Aplikasi Sistem Basis Data

·         Informasi Perusahaan

o    Penjualan: Untuk informasi pelanggan, produk, dan pembelian.

o    Akuntansi: Untuk pembayaran, penerimaan, saldo akun, aset, dan lainnya informasi akuntan.

o    Sumber daya manusia: Untuk informasi tentang karyawan, gaji, pajak gaji, dan tunjangan, dan untuk menghasilkan gaji.

o    Manufaktur: Untuk manajemen rantai pasokan dan untuk melacak produksi barang di pabrik, persediaan barang di gudang dan toko, dan pesanan barang.

o    Perbankan: Untuk informasi pelanggan, rekening, pinjaman, dan transaksi perbankan.

o    Transaksi kartu kredit: Untuk pembelian dengan kartu kredit dan pembuatan laporan bulanan.

o    Keuangan: Untuk menyimpan informasi tentang kepemilikan, penjualan, dan pembelian instrumen keuangan seperti saham dan obligasi; juga untuk menyimpan waktu nyata data pasar untuk memungkinkan perdagangan online oleh pelanggan dan perdagangan otomatis oleh perusahaan.


v  Sistem Basis Data vs Sistem Pemrosesan File

·         Redundansi & inkonsistensi data

Programmer yang berbeda membuat file dan program aplikasi dalam jangka waktu yang lama, berbagai file cenderung memiliki struktur yang berbeda dan program dapat ditulis dalam beberapa bahasa pemrograman. Selain itu, informasi yang sama dapat digandakan di beberapa tempat (file)

·         Kesulitan dalam mengakses data

Lingkungan pemrosesan file konvensional tidak mengizinkan data yang diperlukan diambil dari cara yang nyaman dan efisien




·         Isolasi data

Data tersebar di berbagai file, dan file mungkin dalam format yang berbeda, sulit menulis program aplikasi baru untuk mengambil data yang sesuai

·         Masalah integritas

Nilai data yang disimpan dalam database harus memenuhi jenis batasan konsistensi tertentu Batasan dalam tipe data, referensi, dll.

·         Masalah atomisitas

Sistem komputer, seperti perangkat lainnya, dapat mengalami kegagalan. Dalam banyak aplikasi, sangat penting bahwa, jika terjadi kegagalan, data dipulihkan ke status konsisten yang ada sebelum kegagalan

·         Anomali akses-bersamaan

Demi kinerja sistem secara keseluruhan dan respons yang lebih cepat, banyak sistem memungkinkan banyak pengguna untuk memperbarui data secara bersamaan.

·         Masalah keamanan

Tidak setiap pengguna sistem database dapat mengakses semua data.

v  Abstraksi data

·         Tingkat Fisik

Tingkat abstraksi terendah menjelaskan bagaimana data sebenarnya disimpan. Tingkat fisik menggambarkan struktur data tingkat rendah yang kompleks secara mendetail

·         Tingkat Logis

Tingkat abstraksi berikutnya yang lebih tinggi menjelaskan data apa yang disimpan dalam database, dan hubungan apa yang ada di antara data tersebut

·         Lihat Level

Tingkat abstraksi tertinggi hanya menjelaskan sebagian dari keseluruhan database


v  Database Relasional

Menggunakan kumpulan tabel untuk merepresentasikan data dan hubungan di antara data tersebut.Setiap tabel memiliki beberapa kolom, dan setiap kolom memiliki nama yang unik, Tabel juga dikenal sebagai relasi Model berbasis rekaman dinamai demikian karena database terstruktur dalam beberapa tipe rekaman format tetap. Setiap tabel berisi record dari tipe tertentu. Setiap tipe rekaman mendefinisikan sejumlah tetap bidang, atau atribut. Kolom tabel sesuai dengan atribut tipe record. Model data relasional adalah model data yang paling banyak digunakan, dan sebagian besar sistem database saat ini didasarkan pada model relasional.


v  Struktur Database Relasional                                                              

·         Setiap tabel diberi nama unik

·         Setiap tabel memiliki kolom untuk merepresentasikan atribut datanya

·         Setiap tabel memiliki catatan data

·         Setiap record memiliki nilai untuk setiap kolom

·         Baris / record dalam tabel merepresentasikan hubungan antara sekumpulan nilai


v  Hubungan instruktur

·         ID                    : kunci utama

·         nama                : nama instruktur

·         dept_name       : Nama dept tersebut.

·         gaji                   : gaji instruktur

·         Relasi               : table

·         Tuple                : baris

·         Atribut              : kolom dari sebuah tabel


v  Orde Tuple

Urutan tidak relevan, Karena relasi adalah sekumpulan tupel dan juga bisa diurutkan berdasarkan query dan index


v Jenis Atribut

Himpunan nilai yang diperbolehkan untuk setiap atribut disebut domain atribut, nilai atribut (biasanya) diperlukan untuk menjadi atom; artinya, tak terpisahkan. Nilai khusus null adalah anggota setiap domain, nilai nol menyebabkan komplikasi dalam definisi banyak


v Operasi Skema Database

Skema database: desain logis dari database Misalnya, hubungan departemen, departemen (nama_departemen, gedung, anggaran) Contoh database: snapshot dari data dalam database pada saat tertentu. Misalnya, meja samping kanan


v Key (kunci)

Harus memiliki cara untuk menentukan bagaimana tupel dalam relasi tertentu dibedakan, dinyatakan dalam atribut mereka. nilai dari nilai atribut tupel harus sedemikian rupa sehingga mereka dapat mengidentifikasi tupel secara unik dan tidak ada dua tupel dalam suatu relasi yang diizinkan memiliki nilai yang persis sama untuk semua atribut


v Superkey

Superkey: sekumpulan satu atau lebih atribut yang, diambil secara kolektif, memungkinkan kita untuk mengidentifikasi secara unik tupel dalam relasi. Misalnya atribut ID dari relasi instruktur cukup untuk membedakan satu tupel instruktur dari yang lain. Jadi, ID adalah kunci super. Atribut nama instruktur, sebaliknya, bukanlah kunci super, karena beberapa instruktur mungkin memiliki nama yang sama


v Superkey

Secara formal, misalkan R menunjukkan himpunan atribut dalam skema relasi r. Jika kita mengatakan bahwa subset K dari R adalah superkey untuk r, kami membatasi pertimbangan ke contoh relasi r di mana tidak ada dua tupel berbeda yang memiliki nilai yang sama pada semua atribut di K Artinya, jika t1 dan t2 berada di r dan t1! = T2, maka t1.K! = T2.K. 



v Candidate Key (Kunci Kandidat)

    Superkey mungkin berisi atribut asing. Misalnya. kombinasi ID dan nama adalah kunci super untuk instruktur relasi. Jika K adalah kunci super, maka begitu juga superset dari K kunci kandidat: kunci super minimal

    Ada kemungkinan bahwa beberapa set atribut yang berbeda dapat berfungsi sebagai kunci kandidat, Misalkan kombinasi nama dan nama dept cukup untuk membedakan antara anggota relasi instruktur. Kemudian, {ID} dan {name, dept name} adalah kunci kandidat. Meskipun atribut ID dan name bersama-sama dapat membedakan tupel instruktur, kombinasinya, {ID, name}, tidak membentuk kunci kandidat karena ID atribut sendiri adalah kunci kandidat.

v Primary Key (Kunci utama)

Kunci kandidat yang dipilih oleh perancang database sebagai cara utama untuk mengidentifikasi tupel dalam suatu relasi, kunci (baik primer, kandidat, atau super) adalah properti seluruh relasi, bukan dari tupel individual. Dua tupel individu dalam relasi dilarang memiliki nilai yang sama pada atribut kunci pada waktu yang bersamaan. 

Penunjukan kunci merupakan kendala dalam perusahaan dunia nyata yang dimodelkan harus dipilih dengan hati-hati. Nama seseorang jelas tidak cukup, karena mungkin ada banyak orang dengan nama yang sama, di Amerika Serikat, atribut nomor jaminan sosial seseorang akan menjadi kunci kandidat. Karena penduduk non-AS biasanya tidak memiliki nomor jaminan sosial, perusahaan internasional harus membuat pengenal unik mereka sendiri, alternatifnya adalah dengan menggunakan beberapa kombinasi unik dari atribut lain sebagai kunci. Kunci utama harus dipilih sedemikian rupa sehingga nilai atributnya tidak pernah, atau sangat jarang, berubah. Misalnya, bidang alamat seseorang tidak boleh menjadi bagian dari kunci utama, karena kemungkinan akan berubah. Nomor jaminan sosial, sebaliknya, dijamin tidak akan pernah berubah. Pengidentifikasi unik yang dibuat oleh perusahaan umumnya tidak berubah, kecuali jika dua perusahaan bergabung. Dalam kasus seperti itu, pengenal yang sama mungkin telah dikeluarkan oleh kedua perusahaan, dan realokasi pengenal mungkin diperlukan untuk memastikan pengenal itu unik.

v Foreign Key (Kunci asing)

    Suatu relasi, katakanlah r1, dapat menyertakan di antara atributnya kunci primer dari relasi lain, katakanlah r2. Memanggil kunci asing dari r1, mereferensikan r2, Relasi r1 juga disebut relasi referensi dari dependensi kunci asing. r2 disebut relasi yang direferensikan dari kunci asing, Batasan integritas referensial. nilai yang muncul dalam atribut tertentu dari setiap tupel dalam relasi referensi juga muncul dalam atribut tertentu dari setidaknya satu tupel dalam relasi yang direferensikan.



v Bahasa Query Relasional

Bahasa query adalah bahasa di mana pengguna meminta informasi dari database, bahasa ini adalah bahasa dimana pengguna meminta informasi dari database. Bahasa-bahasa ini biasanya memiliki level yang lebih tinggi daripada bahasa pemrograman standar, bahasa query dapat dikategorikan sebagai prosedural atau nonprocedural.

Prosedural: pengguna menginstruksikan sistem untuk melakukan urutan operasi pada database untuk menghitung hasil yang diinginkan. Misalnya. Aljabar Relasional. 

Nonprocedural: pengguna mendeskripsikan informasi yang diinginkan tanpa memberikan prosedur khusus untuk memperoleh informasi tersebut. Misalnya kalkulus relasional tupel, kalkulus relasional domain